MAWAR
INDAH KERTASARI (Bagian ke satu)
Cerber,
issued by : Frans SD Syahrial.Ir, MM
Lantunan
lagu lawas sebagai nada dering telepon dikamar bercat putih
berukuran 16x16 meter dengan tinggi 17 meter membangunkan diriku
dari lelapnyatidur. Aku berusaha untuk duduk dipinggir ranjang
yang dilapisi sprai bertilam songket tebal dengan aneka pernak
pernik sulaman emas berwarna kuning dan merah.Mataku tertumbuk ke
lantai dan beberapa buku catatan pelajaran Fisika, Biologi serta
Kimia tampak terhampar dilantai bersama puluhan bekas putung
rokok Jie sam soe yang berserakan dilantai dan asbak. Hmm rasanya aku
ingin sekali kembali ke malam sabtu kemaren, dan Monday memang benar
Monster
Day
ujarku berguman dalam hati.
Nada
dering telepon kembali melantun sendu "My Way", aku
berusaha meraih gagang telepon dengan rasa ngantuk dan malas menjadi
satu.
"
Kenapa sih kok gak diangkat angkat, jangan jangan kamu belum mandi ?
" terdengar suara merdu dikuping kiriku yang gak asing lagi.
"
Hmm huaaaaa " aku menguap tiga kali dan pertanyaan itu belum aku
jawab juga.
"
Sekalian ganti underpants nya yang baru entar bau loh" kembali
suara merdu itu terdengar dikuping dihiasi ketawa cekikikan
manja.
"Ya
ya siap meili (cantik), aku mandi dulu ya " Jawabku dengan
menggerakkan tanganku keatas untuk stretching otot otot yang kaku.
"Jangan
lama banget deh entar kesiangan" Kembali dia menggoda.
Aku
mulai berdiri sambil meraih handuk baru dan underpants yang baru
dibeli Ibu di Megaria Shopping Center sabtu kemaren.
"Woi
cepat deh entar telat dihukum Ibu Ernie " Dia berteriak sambil
tertawa manja.
"
Kalem nona aku mau beranjak kekamar mandi..... hmm jangan jangan kamu
masih pakai lingerie dan blouse" Teriak aku tersenyum.
Dia
diam sejenak dan kembali berkicau riang di gagang telepon yang
masih aku genggam erat.
"
Baru pasang bra kok, dasar stupid ....udah cepat mandi sana
jangan lupa mandi pake sabun camay hihihi" teriak dia merajuk
manja.
"
Okay Cuuuuup " aku mencium gagang telepon dan segera
berlari menuju kekamar mandi. Gila gumanku hari ini ada pelajaran
bahasa Indonesia dan astronomi. Pelajaran pelajaran yang
menjemukan bagiku sebagai siswa penganut IPA tulen.
Hampir
setengah jam berlalu, aku sudah siap dengan pakaian sekolah lengkap
dengan badgenya. Rambut yang keriting gondrong hingga menjelah bahu
aku biarkan tergerai lepas dengan semerbak bau harum shampo "Ivingie"
belian siburung punai yang sangat mengganggu lelap tidurku hari ini.
Baru
saja aku mau cabut dari kamar menuju lantai bawah dengan menggenggam
sepatu soo tigh (baca sotik), kembali telepon berdering dengan nada
lagu "My Way".
"
Jangan jemput aku ya, aku udah di jalan Rustam Effendi menuju sekolah
kita" . Ujarnya ketus.
Oh
aku ingat lagi musuhan sama doi tapi anehnya walau musuhan tetap
saling telepon seperti pagi ini. Dan yang anehnya lagi walau saling
kicau di telepon namun udah dua minggu gak saling tegor di
kelas........... aneh benar hubungan kisah kasih ini gerutuku didalam
hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar