Senin, 22 Oktober 2012

MAWAR INDAH KERTASARI BAGIAN KE 1

MAWAR INDAH KERTASARI (Bagian ke satu)

Cerber, issued by : Frans SD Syahrial.Ir, MM

Lantunan lagu lawas sebagai nada dering telepon dikamar bercat putih berukuran 16x16 meter dengan tinggi 17 meter membangunkan diriku dari lelapnyatidur. Aku berusaha untuk duduk dipinggir ranjang yang dilapisi sprai bertilam songket tebal dengan aneka pernak pernik sulaman emas berwarna kuning dan merah.Mataku tertumbuk ke lantai dan beberapa buku catatan pelajaran Fisika, Biologi serta Kimia tampak terhampar dilantai bersama puluhan bekas putung rokok Jie sam soe yang berserakan dilantai dan asbak. Hmm rasanya aku ingin sekali kembali ke malam sabtu kemaren, dan Monday memang benar Monster
Day ujarku berguman dalam hati.

Nada dering telepon kembali melantun sendu "My Way", aku berusaha meraih gagang telepon dengan rasa ngantuk dan malas menjadi satu.

" Kenapa sih kok gak diangkat angkat, jangan jangan kamu belum mandi ? " terdengar suara merdu dikuping kiriku yang gak asing lagi.

" Hmm huaaaaa " aku menguap tiga kali dan pertanyaan itu belum aku jawab juga.
" Sekalian ganti underpants nya yang baru entar bau loh" kembali suara merdu itu terdengar dikuping dihiasi ketawa cekikikan manja.

"Ya ya siap meili (cantik), aku mandi dulu ya " Jawabku dengan menggerakkan tanganku keatas untuk stretching otot otot yang kaku.

"Jangan lama banget deh entar kesiangan" Kembali dia menggoda.

Aku mulai berdiri sambil meraih handuk baru dan underpants yang baru dibeli Ibu di Megaria Shopping Center sabtu kemaren.

"Woi cepat deh entar telat dihukum Ibu Ernie " Dia berteriak sambil tertawa manja.
" Kalem nona aku mau beranjak kekamar mandi..... hmm jangan jangan kamu masih pakai lingerie dan blouse" Teriak aku tersenyum.

Dia diam sejenak dan kembali berkicau riang di gagang telepon yang masih aku genggam erat.

" Baru pasang bra kok, dasar stupid ....udah cepat mandi sana jangan lupa mandi pake sabun camay hihihi" teriak dia merajuk manja.

" Okay Cuuuuup " aku mencium gagang telepon dan segera berlari menuju kekamar mandi. Gila gumanku hari ini ada pelajaran bahasa Indonesia dan astronomi. Pelajaran pelajaran yang menjemukan bagiku sebagai siswa penganut IPA tulen. 

Hampir setengah jam berlalu, aku sudah siap dengan pakaian sekolah lengkap dengan badgenya. Rambut yang keriting gondrong hingga menjelah bahu aku biarkan tergerai lepas dengan semerbak bau harum shampo "Ivingie" belian siburung punai yang sangat mengganggu lelap tidurku hari ini.
Baru saja aku mau cabut dari kamar menuju lantai bawah dengan menggenggam sepatu soo tigh (baca sotik), kembali telepon berdering dengan nada lagu "My Way".

" Jangan jemput aku ya, aku udah di jalan Rustam Effendi menuju sekolah kita" . Ujarnya ketus.

Oh aku ingat lagi musuhan sama doi tapi anehnya walau musuhan tetap saling telepon seperti pagi ini. Dan yang anehnya lagi walau saling kicau di telepon namun udah dua minggu gak saling tegor di kelas........... aneh benar hubungan kisah kasih ini gerutuku didalam hati.

Tidak ada komentar: