Rabu, 24 Juli 2013

HARI BERBANGKIT & PENEMUAN BARU BENTUK JAGAD SEMESTA SEBENARNYA (mengungkapkan kebenaran Alquran nul qarim)



HARI BERBANGKIT
(mengungkapkan kebenaran Alquran nul qarim)

Tausiah by : Frans SD Syahrial Rawas Ir, MM.

Assalamualaikum Wr Wb,

Para sdr Muslimin dan Muslimah, artikel kali ini yang coba saya tuliskan adalah mengenai hari berbangkit dimana beberapa ayat Alquran telah menjelaskan mengenai hari berbangkit ini antara lain :


Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. (QS. Al-Ahzab (33): 63)


فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan hari kiamat (yaitu) yang datang kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari Kiamat sudah datang? (QS Muhammad: 18).


Mengenai hari berbangkit yang merupakan salah satu fase hari akhir (yaumul akhir) dimana kejadian (peristiwa) ini merupakan salah rukun iman yaitu rukun iman ke enam bagi orang Islam yang harus/wajib percaya bahwa hari itu pasti akan datang dimana seluruh jagat raya mengalami musnah. Pada saat alam sejagad raya ini akan dimusnahkan (kiamat), maka Tuhan Allah SWT memerintahkan kepada mailakat Israfil untuk meniup sangkakala (serunai) dimulutnya. Mengenai tahapan peniupannya oleh malaikat israfil Alquran menjelaskan firman Tuhan Allah SWT antara lain :


وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (QS An -Naml :87)

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ


Allah berfirman:
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).” (QS Az Zumar: 68)

Diriwayatkan Sangkakala yang ditiup oleh malaikat Israfil ini adalah sebanyak tiga (3) kali tiupan iaitu:
Tiupan sangkakala pertama - (Tiupan mengejutkan)
Tiupan sangkakala kedua - (Tiupan mematikan)
Tiupan sangkakala ketiga - (Tiupan membangkitkan)

Hal ini berlandaskan Hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah setelah selesai menciptakan langit dan bumi, Dia menciptakan sangkakala, lalu diberikan di mulut Israfil, maka Israfil meletakkan sangkakala dimulutnya dan pandangan matanya ke arah Arasy menunggu bila diperintahkan (meniup sangkakala)." Aku (Abu Hurairah) berkata; "Wahai Rasulullah apakah sangkakala itu?, Baginda menjawab "Tanduk", aku bertanya lagi Bagaimanakah bentuknya?, Baginda menjawab "Sangat besar". Lalu baginda melanjutkan sabdanya: "Demi zat (Allah) yang mengutusku dengan kebenaran, sesungguhnya garis tengah sangkakala itu seluas langit dan bumi, yang akan ditiup dengan 3 kali tiupan. Yang pertama tiupan mengejutkan, yang kedua tiupan mematikan dan yang ketiga, tiupan kebangkitan untuk menghadap Tuhan semesta alam."

Dari keterangan diatas, maka hari berbangkit itu akan terjadi saat malaikat israfil meniupkan Sangkakala (serunai/terompet) untuk ketiga kalinya. Dimana saat semua manusia dibangkitkan

Tiupan sangkakala pertama (Tiupan Guncangan)


Pada tiupan ini, seluruh alam semesta termasuk langit dan bumi serta alam buana akan bergoncang dengan sebenar-benar goncangan dan benar-benar hebat, seluruh makhluk digambarkan ketakutan dan amat terperanjat, Menurut Al-Quran gambaran tatkala pasca tiupan pertama cukup dahsyat, sehinggakan ibu yang menyusukan anaknya akan melepaskan (mencampakkan) anaknya, orang yang hamil, tiba-tiba melahirkan anaknya walaupun janinnya masih muda, manusia juga lintang pukang seperti kupu-kupu bertebaran (Surah Al-Qariah). Al-Quran juga jelas menggambarkan tiada sesuatupun yang mengetahui bila Kiamat itu muncul, sedangkan Hari Kiamat itu berlaku tatkala manusia sedang sibuk melayan urusan dunia mereka, ada juga yang sibuk memikirkan dan bertanya antara sesama mereka tentang bila Kiamat akan bermula dan ada juga manusia sedang sibuk bertengkar atas pelbagai urusan. Firman Allah SWT dalam Surah Yaasin ayat 48-50 bermaksud:
Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan sahaja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
Digambarkan suasana keadaan bumi berlakunya gempa bumi yang dahsyat, gunung-gunung hancur dan bercerai berai bagai kapas kapas ditiup badai (Surah Al-Qariah dan Surah At-Takwir), kerak-kerak bumi diterbalikkan, laut menaik seperti ombak tsunami yang begitu hebat serta panas mendidih (Surah At-Takwir). Kebakaran yang terjadi akibat letusan gunung berapi, meletupnya tempat simpanan gas, nuklear, sehinggakan tidak dapat dipadam, api marak dan menjulang tinggi dan seluruh dunia diselaputi asap tebal. Bumi digambarkan hilang cahayanya tiada lagi sumber cahaya, bumi menjadi gelap gelita.
Al-Quran juga menggambar suasana langit juga turut tidak teratur, planet-planet tidak lagi beredar pada orbitnya, langit dilihat terbelah (Surah Al-Insyiqaq), bintang-bintang bertaburan, matahari hilang akan cahayanya (Surah At-Takwir). Semuanya berlanggar antara satu sama lain. Tentang tiupan sangkakala pertama, Allah menjelaskan dalam Al-Quran:
Pada masa berlakunya "tiupan sangkakala yang pertama" yang menggoncangkan alam, (sehingga mati segala yang bernyawa dan punah ranah sekalian makhluk selain dari yang dikecualikan), (Surah An-Naaziat : 6)
Dari dalil diatas ternyata apa-apa yang berada di seluruh pelosok langit dan di bumi akan mati, melainkan mereka yang dikehendaki oleh Allah. Ulama tafsir berpendapat makhluk yang masih hidup adalah golongan Malaikat. Surah An-Naaziat ayat 1 hingga 6 jelas menunjukkan pada saat berlakunya tiupan sangkakala pertama Malaikat-malaikat akan memulakan tugasnya dengan agresif untuk mencabut nyawa dan menghancurkan langit dan bumi atas perintah Allah.
Keadaan iblis dan syaitan
Allah telah berjanji untuk memanjangkan umur iblis dan syaitan sehingga munculnya Hari Kiamat, iblis dan syaitan pasca tiupan sangkakala pertama dilihat akan menjadi tidak kehaluan, ketika itu iblis, mulai menyesali perbuatan jahatnya kepada anak-anak dan keturunan Nabi Adam a.s.. Iblis ketika itu menangis dan berkata: "Tuhanku, sekarang suruhlah aku sujud kepada siapa yang Engkau kehendaki". Ketika itu para syaitan merasa heran dengan keadaan iblis yang merendah diri, lalu mereka bertanya, "Wahai penghulu kami kepada siapa engkau tunduk?", iblis mengangkat kepalanya lalu berkata "Aku merendah dan sujud kepada Tuhan sekalian alam yang telah memanjangkan umurku (dan umurmu) sampai hari sudah ditentukan. Sekarang sudah dekat masanya hari yang ditentukan itu.". Maka seluruh bala tentera syaitan dan iblis menangis dan memohon taubat dari Allah, tiada taubat dari Allah kepada mereka lagi kerana mereka telah kafir. (Surah Al-Baqarah ayat 34)

Tiupan sangkakala kedua [Tiupan Kejutan (Pingsan) dan Kematian)

Setelah beberapa lama keadaan kehancuran dan porak peranda bumi dan seluruh alam semesta yang bertambah hebat dan sangat rakus menghacurkan segala isi langit dan bumi tanpa belas kasihan. Maka Allah SWT telah mengarahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala kedua.
Firman Allah SWT dalam Surah An-Naaziat ayat 7: Tiupan pertama iru diiringi tiupan kedua



Pada tiupan kali ini, seluruh makhluk alam semesta dan alam buana akan mati keseluruhannya, melainkan sesiapa yang ditentukan Allah untuk masih bernyawa. Pada peringkat ini bunyi sangkakala ini dapat didengari sehingga lapisan langit ke-7. Malaikat Israfil juga mati pada saat ini sejurus ia meniup sangkakala.
Pada saat ini tanggungjawab Malaikat Izrail untuk mencabut nyawa bertambah agresif, jika dibandingkan dengan tugasnya mencabut nyawa sebelum tiupan sangkakala pertama dan ketika tiupan sangkakala pertama. Malaikat Izrail diriwayatkan akan mencabut nyawa seluruh makhluk di alam langit dan bumi dengan wajah yang mengerikan. Ia akan mencabut nyawa golongan munkar dengan paksaan dan kekerasan.
Setelah Malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa segala makhluk hidupan termasuk nyawa heiwan, tumbuh-tumbuhan, manusia, jin, syaitan, iblis, batu-batu, udara, air, nyawa segala zarah dan atom dan lain-lain. Maka Malaikat Izrail (Malaikat Maut) akan segera menghadap Allah dengan penuh tawaduk, amat takut dan kawatir, mengucap syukur dan pujian-pujian kepada Allah, seraya berkata: “Ya Rabbi, semua penduduk langit dan bumi telah meninggal kecuali yang Engkau kehendaki.” Lalu Allah berfirman (dan Dia lebih mengetahui mereka yang tertinggal) , “Siapa yang tertinggal?” Malaikat Maut dengan penuh khawatir dan tunduk patuh menjawab: “Ya Rabbi, tinggallah Engkau Yang Maha Hidup dan Tak Akan Pernah Mati dan tinggallah para pembawa Arasy-Mu, dan tinggallah Jibril dan Mikail serta aku.”
Dengan segala kekuasaanNya Allah berfirman: “Jibril dan Mikail akan mati juga.” Maka Allah memberi kekuatan bagi Arasy (untuk berkata-kata), sehingga ia berkata: “Ya Rabbi, akankah Jibril dan Mikail mati?”. Allah berfirman dengan penuh hikmat keAgunganNya: “Diamlah, karena sesungguhnya Aku telah menetapkan kematian itu atas segala yang berada di Arasy Ku!.” Lalu atas perintah Allah, Jibril dan Mikail pun menemui kematian.
Kemudian dengan penuh rasa takut dan tunduk patuh, Malaikat Izrail pun menemui Allah dan mengucapkan: “Ya Rabbi, telah mati Jibril dan Mikail, tinggallah aku bersama para pembawa (Malaikat pejunjung) ArasyMu.” Allah berfirman: “Para pembawa ArasyKu akan mati juga.”. Lalu mereka mati. Lalu Allah memerintahkan Arasy untuk mengambil sangkakala dari Israfil. Lalu datang Malaikat maut kepada Allah lalu berkata: “Ya Rabbi, para pembawa ArasyMu telah meninggal juga.” Lalu Allah berfirman: (dan Dia lebih tahu siapa yang tertinggal) “Siapakah tertinggal?”. Dengan penuh ketakutan dan amat rendah diri Malaikat maut (Malaikat Izrail) menjawab: ““Ya Rabbi, tinggallah Engkau Yang Maha Hidup dan Tak Akan Pernah Mati dan tinggallah aku.”
Allah dengan penuh kekuasaaNya berfirman: “Engkau adalah salah satu ciptaan-Ku, engkau pun akan mati, maka matilah engkau!.” Maka Malaikat Maut pun mati. Maka ketika itu tidak tertinggal satu pun makhluk ciptaan Allah yang masih hidup, melainkan Allah Yang Maha Perkasa, Yang Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan. Dialah pengakhiran sebagaimana Dialah permulaan.
Para Ulama berlainan pendapat mengenai Arasy itu dikira suatu nonmateri (bukan fizik) atau materi (fizik). .
Lalu, Allah melipat langit dan bumi bagai melipat Kitab, lalu Allah membentangkannya, lalu melipatkannya dengan 3 kali lipatan. Seraya dengan gagahNya IA berfirman: “Akulah Yang Maha Gagah!” (3 kali). Lalu Dia berseru: “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” (3 kali), tetapi tidak ada jawapannya (Karena semua makhluk ciptaan sudah tiada melainkan Allah Yang Maha Kekal Abadi). Lantas Allah berfirman pada DiriNya: “Milik Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa.”
Lalu Allah menggantikan bumi dengan bumi yang lain, dan langit dengan langit yang lain. Dia menghamparkan, mendatarkan, dan melapangkannya. Tidak ada padanya lekukan sedikit pun, kemudian Allah menggoncangkan ciptaanNya dengan sekali goncangan dan tiba-tiba segala makhluk yang asalnya menjadi penghuni langit dan bumi serta diantara kedua-duanya wujud seperti sedia kala, kewujudan itu berlaku dengan mudah.
Firman Allah SWT dalam Surah Yaasin ayat 78-83:
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa pada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”. Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, iaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.” Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa mencipta kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar. Dia Berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!”, maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) Yang diTanganNya Kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada Nya lah kamu dikembalikan.
Kemudian Allah memerintahkan langit menurunkan hujan selama 40 hari sehingga air mencapai ketinggian 12 hasta. Kemudian Allah memerintahkan seluruh jasad-jasad yang telah hancur luluh diseluruh semesta untuk tumbuh laksana tumbuh-tumbuhan segar menghijau. Namun Al-Quran juga menjelaskan seperti berikut tentang keadaan kebangkitan manusia di Hari Kiamat.
Firman Allah SWT dalam Surah Al-Zalzalah ayat 6:
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.
.
Kemudian Allah SWT dengan KekuasaanNya berseru: “Hiduplah Jibril dan Mikail!”. Lalu keduanya pun hidup, dan Allah memanggil Jibril dan Mikail, lalu keduanya datang dengan beragam, roh-roh kaum mukminin nampak bercahaya dan yang lain-lain gelap gelita. Lalu dilemparkan semua roh-roh tersebut ke dalam sangkakala agar tiupan dari sangkakala itu dapat bertebaran kembali ke jasad masing-masing.

Tiupan sangkakala ketiga (Tiupan Kebangkitan )

Kemudian atas kuasa Allah SWT, Ia menghidupkan Malaikat Israfil, lalu diperintahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala dengan tiupan kali ketiga, pada tiupan ini dikenali tiupan kebangkitan. Maka segala roh-roh yang ditempatkan dalam sangkakala itu bertebaran bagaikan lebah yang memenuhi antara langit dan bumi. Dan ketika itu Allah berfirman; “Demi Keagungan dan KemulianKu, hendaklah semua roh kembali ke jasadnya masing-masing.” Maka segala roh akan kembali ke jasadnya mengikut ketentuan yang telah Allah tentukan bagi mereka. Roh-roh manusia, kembali kepada manusia, roh-roh hewan kembali kepada hewan, roh-roh tumbuhan kembali pada tumbuhan, roh-roh batuan, pasir, laut, air, bumi, planet-planet, bintang-bintang, jin, malaikat, syaitan dan segala makhluk ciptaan Allah yang lain pun kembali kepada jasad-jasad mereka tanpa sesuatu pun terlepas dari pengetahuan dan kawalanNya. Maka bangkit dan segar semua makhluk ciptaan Allah seperti mana ia berada alam dunia suatu ketika dahulu, maka perasaan mereka bercampur baur ada yang takut, heran, gembira, dan sebagainya semua hanya menunggu penghakiman dari Allah Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
Firman Allah SWT dalam Surah Yaasin ayat 51 hingga 53 tentang tiupan sangkakala ketiga yang bermaksud:
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduh celakalah kami!, Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya). Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan sahaja, maka tiba-tiba mereka dikumpulkan kepada Kami.

Hadis diriwayatkan daripada Abu Hurairah RA, ia berkata:
Rasulullah bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan.
Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, iaitu tulang ekornya (koksiks) atau tulang sulbi dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. ( hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 5253)
Ilmuwan NASA ‘Menemukan’ Terompet Sangkakala Malaikat Israfil
Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama "Wilkinson Microwave Anisotropy Prob" (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang mencengangkan tentang bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) adalah alat yang merupakan bagian dari program atau misi NASA untuk melihat Kosmologi (studi tentang sifat alam semesta) secara keseluruhan. Proyek ini melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat-bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar.
Dengan menggunakan WMAP, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan, karena hasil penelitian tersebut menemukan bahwa alam semesta ini berbentuk seperti terompet.
Pada bagian ujung belakang wilayah ‘terompet’ alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).
Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing.” (Az Zumar: 68)
Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Al Kahfi: 99)
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml: 87)
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51)
Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa tiupan terompet sangkakala di ayat-ayat tadi selalu diartikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menguraikan bahwa tiupan terompet di hari kiamat itu tiga kali. Pertama, tiupan yang menggentarkan, lalu kedua yang mematikan seketika seluruh makhluk. Tiupan ketiga tanda mulainya hari kiamat, di mana semua dibangkitkan dan dikumpulkan.
Kalau kita cermati, Al Quran menyebutkan bahwa tiupan itu selalu “di dalam” terompet, “Wanufikha fi-shshuuri”. Mengapa terompet? Mengapa di dalam (Fi)?
Tim WMAP mengamati pola titik-titik panas dan dingin radiasi microwave kosmik, yang bisa menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun setelah Big Bang. Proyek WMAP dari NASA membuat peta titik-titik tadi secara mendetail, hasilnya ialah pola itu cenderung memudar, yakni tidak ada titik panas dan dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60 derajat. Ini menyimpulkan bahwa ketika mengembang, alam semesta terulur panjang. Sempit di awal dan kemudian makin lebar seperti corong. Mirip bentuk terompet abad pertengahan. Hal ini tentu mematahkan prediksi selama ini yang menyatakan bahwa bentuk alam semesta seperti bola (bulat) yang mengembang ke segala arah.
Tim WMAP yakin bahwa alam semesta bukanlah berbentuk bola, tetapi berbentuk terompet. Alam semesta bukan meluas tak terbatas, tetapi dibatasi oleh ujung terompet. Jadi, alam semesta ada awal dan akhirnya. Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, “Huwal awwalu wal akhiru”.
Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16)
Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2)
Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fusshilat: 41-42)
Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya

Abu Hurairah ra berkata :Rasulullah SAW bersabda :"Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala(terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah Ia diperintah". Saya bertanya : "Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?" Jawab Rasulullah :"Bagaikan tanduk dari cahaya." Saya tanya : "Bagaimana besarnya?" Jawab Rasulullah :"Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza' (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatussa'aq (untuk mematikan). Ketiga : Nafkhatul ba'ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan)."
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi(sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : "Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri."
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
"Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian."
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya?
Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar !!




Wasalam,


Frans SD Syahrial Rawas.


Tidak ada komentar: