HARI
BERBANGKIT
(mengungkapkan
kebenaran Alquran nul qarim)
Tausiah
by : Frans SD Syahrial Rawas Ir, MM.
Assalamualaikum
Wr Wb,
Para
sdr Muslimin dan Muslimah, artikel kali ini yang coba saya tuliskan
adalah mengenai hari berbangkit dimana beberapa ayat Alquran telah
menjelaskan mengenai hari berbangkit ini antara lain :
Manusia
bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya
pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan
tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah
dekat waktunya. (QS. Al-Ahzab (33): 63)
فَهَلْ
يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ
تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ
أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا
جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
Maka
tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan hari kiamat (yaitu)
yang datang kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah
datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran
mereka itu apabila hari Kiamat sudah datang? (QS Muhammad: 18).
Mengenai
hari berbangkit yang merupakan salah satu fase hari akhir (yaumul
akhir) dimana kejadian (peristiwa) ini merupakan salah rukun iman
yaitu rukun iman ke enam bagi orang Islam yang harus/wajib percaya
bahwa hari itu pasti akan datang dimana seluruh jagat raya mengalami
musnah. Pada saat alam sejagad raya ini akan dimusnahkan (kiamat),
maka Tuhan Allah SWT memerintahkan kepada mailakat Israfil untuk
meniup sangkakala (serunai) dimulutnya. Mengenai tahapan peniupannya
oleh malaikat israfil Alquran menjelaskan firman Tuhan Allah SWT
antara lain :
وَيَوْمَ
يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ
فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ
إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ
أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup
sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di
bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang
menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (QS An -Naml :87)
وَنُفِخَ
فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي
السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ
إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ
فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ
يَنْظُرُونَ
Allah
berfirman:
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).” (QS Az Zumar: 68)
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).” (QS Az Zumar: 68)
Diriwayatkan
Sangkakala yang ditiup oleh malaikat Israfil ini adalah sebanyak tiga
(3) kali tiupan iaitu:
Tiupan
sangkakala pertama - (Tiupan mengejutkan)
Tiupan
sangkakala kedua - (Tiupan mematikan)
Tiupan
sangkakala ketiga - (Tiupan membangkitkan)
Hal
ini berlandaskan Hadis
Rasulullah yang diriwayatkan oleh
Abu
Hurairah,
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah setelah selesai
menciptakan langit dan bumi, Dia menciptakan sangkakala, lalu
diberikan di mulut Israfil, maka Israfil meletakkan sangkakala
dimulutnya dan pandangan matanya ke arah Arasy menunggu bila
diperintahkan (meniup sangkakala)." Aku (Abu Hurairah) berkata;
"Wahai Rasulullah apakah sangkakala itu?, Baginda menjawab
"Tanduk", aku bertanya lagi Bagaimanakah bentuknya?,
Baginda menjawab "Sangat besar". Lalu baginda melanjutkan
sabdanya: "Demi zat (Allah) yang mengutusku dengan kebenaran,
sesungguhnya garis tengah sangkakala itu seluas langit dan bumi, yang
akan ditiup dengan 3 kali tiupan. Yang pertama tiupan mengejutkan,
yang kedua tiupan mematikan dan yang ketiga, tiupan kebangkitan untuk
menghadap Tuhan semesta alam."
Dari keterangan diatas,
maka hari berbangkit itu akan terjadi saat malaikat israfil meniupkan
Sangkakala (serunai/terompet) untuk ketiga kalinya. Dimana saat semua
manusia dibangkitkan
Tiupan sangkakala pertama (Tiupan Guncangan)
Pada
tiupan ini, seluruh alam semesta termasuk langit dan bumi serta alam
buana akan bergoncang dengan sebenar-benar goncangan dan benar-benar
hebat, seluruh makhluk digambarkan ketakutan dan amat terperanjat,
Menurut Al-Quran gambaran tatkala pasca tiupan pertama cukup dahsyat,
sehinggakan ibu yang menyusukan anaknya akan melepaskan
(mencampakkan) anaknya, orang yang hamil, tiba-tiba melahirkan
anaknya walaupun janinnya masih muda, manusia juga lintang pukang
seperti kupu-kupu bertebaran (Surah Al-Qariah). Al-Quran juga jelas
menggambarkan tiada sesuatupun yang mengetahui bila Kiamat itu
muncul, sedangkan Hari Kiamat itu berlaku tatkala manusia sedang
sibuk melayan urusan dunia mereka, ada juga yang sibuk memikirkan dan
bertanya antara sesama mereka tentang bila Kiamat akan bermula dan
ada juga manusia sedang sibuk bertengkar atas pelbagai urusan. Firman
Allah SWT dalam Surah Yaasin ayat 48-50 bermaksud:
|
“
|
Dan
mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari
berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?. Mereka tidak
menunggu melainkan satu teriakan sahaja yang akan membinasakan
mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak kuasa
membuat satu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada
keluarganya.
|
”
|
Al-Quran juga menggambar suasana langit juga turut tidak teratur, planet-planet tidak lagi beredar pada orbitnya, langit dilihat terbelah (Surah Al-Insyiqaq), bintang-bintang bertaburan, matahari hilang akan cahayanya (Surah At-Takwir). Semuanya berlanggar antara satu sama lain. Tentang tiupan sangkakala pertama, Allah menjelaskan dalam Al-Quran:
|
“
|
Pada masa berlakunya
"tiupan sangkakala yang pertama" yang menggoncangkan
alam, (sehingga mati segala yang bernyawa dan punah ranah sekalian
makhluk selain dari yang dikecualikan), (Surah An-Naaziat :
6)
|
”
|
Keadaan iblis dan syaitan
Allah
telah berjanji untuk memanjangkan umur iblis dan syaitan sehingga
munculnya Hari Kiamat, iblis dan syaitan pasca tiupan sangkakala
pertama dilihat akan menjadi tidak kehaluan, ketika itu iblis, mulai
menyesali perbuatan jahatnya kepada anak-anak dan keturunan Nabi
Adam a.s..
Iblis ketika itu menangis dan berkata: "Tuhanku, sekarang
suruhlah aku sujud
kepada siapa yang Engkau kehendaki". Ketika itu para syaitan
merasa heran dengan keadaan iblis yang merendah diri, lalu mereka
bertanya, "Wahai penghulu kami kepada siapa engkau tunduk?",
iblis mengangkat kepalanya lalu berkata "Aku merendah dan sujud
kepada Tuhan sekalian alam yang telah memanjangkan umurku (dan
umurmu) sampai hari sudah ditentukan. Sekarang sudah dekat masanya
hari yang ditentukan itu.". Maka seluruh bala tentera syaitan
dan iblis menangis dan memohon taubat dari Allah, tiada taubat dari
Allah kepada mereka lagi kerana mereka telah kafir. (Surah Al-Baqarah
ayat 34)
Tiupan sangkakala kedua [Tiupan Kejutan (Pingsan) dan Kematian)
Setelah beberapa lama keadaan kehancuran dan porak peranda bumi dan seluruh alam semesta yang bertambah hebat dan sangat rakus menghacurkan segala isi langit dan bumi tanpa belas kasihan. Maka Allah SWT telah mengarahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala kedua.Firman Allah SWT dalam Surah An-Naaziat ayat 7: Tiupan pertama iru diiringi tiupan kedua
|
|
|
|
Pada
tiupan kali ini, seluruh makhluk alam semesta dan alam buana akan
mati keseluruhannya, melainkan sesiapa yang ditentukan Allah untuk
masih bernyawa. Pada peringkat ini bunyi sangkakala ini dapat
didengari sehingga lapisan langit ke-7. Malaikat Israfil juga mati
pada saat ini sejurus ia meniup sangkakala.
Pada
saat ini tanggungjawab Malaikat
Izrail
untuk mencabut nyawa bertambah agresif, jika dibandingkan dengan
tugasnya mencabut nyawa sebelum tiupan sangkakala pertama dan ketika
tiupan sangkakala pertama. Malaikat Izrail diriwayatkan akan mencabut
nyawa seluruh makhluk di alam langit dan bumi dengan wajah yang
mengerikan. Ia akan mencabut nyawa golongan munkar dengan paksaan dan
kekerasan.
Setelah
Malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa segala makhluk
hidupan termasuk nyawa heiwan, tumbuh-tumbuhan, manusia, jin,
syaitan, iblis, batu-batu, udara, air, nyawa segala zarah dan atom
dan lain-lain. Maka Malaikat Izrail (Malaikat Maut) akan segera
menghadap Allah dengan penuh tawaduk, amat takut dan kawatir,
mengucap syukur dan pujian-pujian kepada Allah, seraya berkata: “Ya
Rabbi, semua penduduk langit dan bumi telah meninggal kecuali yang
Engkau kehendaki.” Lalu Allah berfirman (dan Dia lebih mengetahui
mereka yang tertinggal) , “Siapa yang tertinggal?” Malaikat Maut
dengan penuh khawatir dan tunduk patuh menjawab: “Ya Rabbi,
tinggallah Engkau Yang Maha Hidup dan Tak Akan Pernah Mati dan
tinggallah para pembawa Arasy-Mu, dan tinggallah Jibril dan Mikail
serta aku.”
Dengan
segala kekuasaanNya Allah berfirman: “Jibril dan Mikail akan mati
juga.” Maka Allah memberi kekuatan bagi Arasy (untuk berkata-kata),
sehingga ia berkata: “Ya Rabbi, akankah Jibril dan Mikail mati?”.
Allah berfirman dengan penuh hikmat keAgunganNya: “Diamlah, karena
sesungguhnya Aku telah menetapkan kematian itu atas segala yang
berada di Arasy Ku!.” Lalu atas perintah Allah, Jibril dan Mikail
pun menemui kematian.
Kemudian
dengan penuh rasa takut dan tunduk patuh, Malaikat Izrail pun menemui
Allah dan mengucapkan: “Ya Rabbi, telah mati Jibril dan Mikail,
tinggallah aku bersama para pembawa (Malaikat pejunjung) ArasyMu.”
Allah berfirman: “Para pembawa ArasyKu akan mati juga.”. Lalu
mereka mati. Lalu Allah memerintahkan Arasy untuk mengambil
sangkakala dari Israfil. Lalu datang Malaikat maut kepada Allah lalu
berkata: “Ya Rabbi, para pembawa ArasyMu telah meninggal juga.”
Lalu Allah berfirman: (dan Dia lebih tahu siapa yang tertinggal)
“Siapakah tertinggal?”. Dengan penuh ketakutan dan amat rendah
diri Malaikat maut (Malaikat Izrail) menjawab: ““Ya Rabbi,
tinggallah Engkau Yang Maha Hidup dan Tak Akan Pernah Mati dan
tinggallah aku.”
Allah dengan penuh
kekuasaaNya berfirman: “Engkau adalah salah satu ciptaan-Ku, engkau
pun akan mati, maka matilah engkau!.” Maka Malaikat Maut pun mati.
Maka ketika itu tidak tertinggal satu pun makhluk ciptaan Allah yang
masih hidup, melainkan Allah Yang Maha Perkasa, Yang Tidak Beranak
dan Tidak Diperanakkan. Dialah pengakhiran sebagaimana Dialah
permulaan.Para Ulama berlainan pendapat mengenai Arasy itu dikira suatu nonmateri (bukan fizik) atau materi (fizik). .
Lalu, Allah melipat langit dan bumi bagai melipat Kitab, lalu Allah membentangkannya, lalu melipatkannya dengan 3 kali lipatan. Seraya dengan gagahNya IA berfirman: “Akulah Yang Maha Gagah!” (3 kali). Lalu Dia berseru: “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” (3 kali), tetapi tidak ada jawapannya (Karena semua makhluk ciptaan sudah tiada melainkan Allah Yang Maha Kekal Abadi). Lantas Allah berfirman pada DiriNya: “Milik Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa.”
Lalu Allah menggantikan bumi dengan bumi yang lain, dan langit dengan langit yang lain. Dia menghamparkan, mendatarkan, dan melapangkannya. Tidak ada padanya lekukan sedikit pun, kemudian Allah menggoncangkan ciptaanNya dengan sekali goncangan dan tiba-tiba segala makhluk yang asalnya menjadi penghuni langit dan bumi serta diantara kedua-duanya wujud seperti sedia kala, kewujudan itu berlaku dengan mudah.
Firman Allah SWT dalam Surah Yaasin ayat 78-83:
|
“
|
Dan
dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa pada kejadiannya;
ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang,
yang telah hancur luluh?”. Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh
Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha
Mengetahui tentang segala makhluk, iaitu Tuhan yang menjadikan
untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan
(api) dari kayu itu.” Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit
dan bumi itu berkuasa mencipta kembali jasad-jasad mereka yang
sudah hancur itu? Benar. Dia Berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta
lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia
menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!”,
maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) Yang diTanganNya
Kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada Nya lah kamu
dikembalikan.
|
”
|
Firman Allah SWT dalam Surah Al-Zalzalah ayat 6:
|
“
|
Pada
hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan
bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan)
pekerjaan mereka.
|
”
|
Kemudian Allah SWT dengan KekuasaanNya berseru: “Hiduplah Jibril dan Mikail!”. Lalu keduanya pun hidup, dan Allah memanggil Jibril dan Mikail, lalu keduanya datang dengan beragam, roh-roh kaum mukminin nampak bercahaya dan yang lain-lain gelap gelita. Lalu dilemparkan semua roh-roh tersebut ke dalam sangkakala agar tiupan dari sangkakala itu dapat bertebaran kembali ke jasad masing-masing.
Tiupan sangkakala ketiga (Tiupan Kebangkitan )
Kemudian atas kuasa Allah SWT, Ia menghidupkan Malaikat Israfil, lalu diperintahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala dengan tiupan kali ketiga, pada tiupan ini dikenali tiupan kebangkitan. Maka segala roh-roh yang ditempatkan dalam sangkakala itu bertebaran bagaikan lebah yang memenuhi antara langit dan bumi. Dan ketika itu Allah berfirman; “Demi Keagungan dan KemulianKu, hendaklah semua roh kembali ke jasadnya masing-masing.” Maka segala roh akan kembali ke jasadnya mengikut ketentuan yang telah Allah tentukan bagi mereka. Roh-roh manusia, kembali kepada manusia, roh-roh hewan kembali kepada hewan, roh-roh tumbuhan kembali pada tumbuhan, roh-roh batuan, pasir, laut, air, bumi, planet-planet, bintang-bintang, jin, malaikat, syaitan dan segala makhluk ciptaan Allah yang lain pun kembali kepada jasad-jasad mereka tanpa sesuatu pun terlepas dari pengetahuan dan kawalanNya. Maka bangkit dan segar semua makhluk ciptaan Allah seperti mana ia berada alam dunia suatu ketika dahulu, maka perasaan mereka bercampur baur ada yang takut, heran, gembira, dan sebagainya semua hanya menunggu penghakiman dari Allah Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana.Firman Allah SWT dalam Surah Yaasin ayat 51 hingga 53 tentang tiupan sangkakala ketiga yang bermaksud:
|
“
|
Dan
ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera
dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: "Aduh
celakalah kami!, Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat
tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha
Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya). Tidak adalah teriakan itu
selain sekali teriakan sahaja, maka tiba-tiba mereka dikumpulkan
kepada Kami.
|
”
|
|
“
|
Rasulullah
bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah
empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat
puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan.
Mereka
bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat
menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab:
Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda
lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh
(bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian
tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, iaitu
tulang ekornya (koksiks)
atau tulang sulbi dan dari tulang itulah jasad manusia akan
disusun kembali pada hari kiamat. ( hadis dalam kitab Sahih Muslim
[Bahasa Arab saja]: 5253)
Ilmuwan
NASA ‘Menemukan’ Terompet Sangkakala Malaikat Israfil
Sekitar
enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank
Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap
alam semesta Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang
bernama "Wilkinson Microwave Anisotropy Prob" (WMAP),
mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang mencengangkan tentang
bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang
umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat
bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Wilkinson
Microwave Anisotropy Probe (WMAP) adalah alat yang merupakan
bagian dari program atau misi NASA untuk melihat Kosmologi (studi
tentang sifat alam semesta) secara keseluruhan. Proyek ini
melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk
sebenarnya dari alam semesta. Sebab prediksi yang umum selama ini
mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat-bundar atau prediksi
lain menyebutkan bentuknya datar.
Dengan menggunakan
WMAP, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat
mencengangkan, karena hasil penelitian tersebut menemukan bahwa
alam semesta ini berbentuk seperti terompet.
Pada bagian ujung
belakang wilayah ‘terompet’ alam semesta itu merupakan alam
semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian
depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan
alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).
“Dan ditiuplah
sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali
siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu
sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya
masing-masing.” (Az Zumar: 68)
“Kami biarkan
mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain,
kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu
semuanya.” (Al Kahfi: 99)
“Dan (ingatlah)
hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di
langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki
Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan
diri. (An Naml: 87)
“Dan ditiuplah
sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari
kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51)
Banyak ulama
tafsir mengatakan bahwa tiupan terompet sangkakala di ayat-ayat
tadi selalu diartikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah
az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menguraikan bahwa tiupan
terompet di hari kiamat itu tiga kali. Pertama, tiupan yang
menggentarkan, lalu kedua yang mematikan seketika seluruh makhluk.
Tiupan ketiga tanda mulainya hari kiamat, di mana semua
dibangkitkan dan dikumpulkan.
Kalau kita
cermati, Al Quran menyebutkan bahwa tiupan itu selalu “di dalam”
terompet, “Wanufikha fi-shshuuri”. Mengapa terompet? Mengapa
di dalam (Fi)?
Tim WMAP mengamati
pola titik-titik panas dan dingin radiasi microwave kosmik, yang
bisa menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun setelah Big
Bang. Proyek WMAP dari NASA membuat peta titik-titik tadi secara
mendetail, hasilnya ialah pola itu cenderung memudar, yakni tidak
ada titik panas dan dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60
derajat. Ini menyimpulkan bahwa ketika mengembang, alam semesta
terulur panjang. Sempit di awal dan kemudian makin lebar seperti
corong. Mirip bentuk terompet abad pertengahan. Hal ini tentu
mematahkan prediksi selama ini yang menyatakan bahwa bentuk alam
semesta seperti bola (bulat) yang mengembang ke segala arah.
Tim WMAP yakin
bahwa alam semesta bukanlah berbentuk bola, tetapi berbentuk
terompet. Alam semesta bukan meluas tak terbatas, tetapi dibatasi
oleh ujung terompet. Jadi, alam semesta ada awal dan akhirnya.
Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, “Huwal awwalu wal
akhiru”.
“Sesungguhnya
telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang
menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang
mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab
itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap
gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16)
“Itulah Kitab
yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi
orang-orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2)
“Sesungguhnya Al
Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya
kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan
dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fusshilat:
41-42)
Maha
Benar Allah atas segala Firman-Nya
|
Abu
Hurairah ra berkata :Rasulullah SAW bersabda :"Ketika Allah
telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan
sangkakala(terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian
ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah Ia
diperintah". Saya bertanya : "Ya Rasulullah apakah
sangkakala itu?" Jawab Rasulullah :"Bagaikan tanduk dari
cahaya." Saya tanya : "Bagaimana besarnya?" Jawab
Rasulullah :"Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku
sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan
ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza' (untuk
menakutkan). Kedua : Nafkhatussa'aq (untuk mematikan). Ketiga :
Nafkhatul ba'ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan)."
Dalam hadits di atas
disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu
bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya
seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada
terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi(sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : "Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri."
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
"Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian."
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya?
Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar !!
Wasalam,
Frans
SD Syahrial Rawas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar