KEPAKAN
SAYAP PUNAI MERINDU.
Cerber
karangan Ir, Frans SD Syahrial Rawas, MM,
Issued
at Gempolsari Indah W45, 12.30 AM, 12 July 2013, Bandung.
Inspiration from
Cisondari, Ciwidey Bandung.
Akhir
Desember kabut putih menyelimuti hampir separuh tepian danau Ranau
dan dinginnya udara pagi terasa sampai kesumsum tulang dan jauh
ditepian sana tampak gunung Seminung tegak menjulang dengan puncaknya
ditutupi salju abadi.
Di
tepian barat, tampak beberapa puluh Camp mahasiswa pelbagai perguruan
tinggi dibumi Syailendra ini berdiri kokoh dan bendera kecil berwarna
warni berkibar ditiup angin dingin bulan Desember ini.
Didalam
salah satu Camp tampak gadis berwajah cantik dengan tubuh tinggi
semampai dibalut kulit putih mulus dengan rambut panjang hitam
menjelah pinggul. Kedua tangannya memeluk erat erat sebuah gitar dan
wajahnya diarahkan ketengah danau.
“ Maureen
sudahlah ngapain kamu memikir masalah itu lagi” . Terdengar suara
merdu dari dalam Camp membuyar lamunan gadis itu.
“ Nggak
Yasmine aku lagi mikir bagaimana minta maaf sama Wahyu karena aku
yang salah” jawab Gadis cantik itu sambil menoleh kepalanya ke
dalam Kemah.
Didalam
Kemah gadis dipanggil Yasmine datang dan duduk disamping Maureen.
Dipegangnya pundak Maureen dan wajahnya yang bundar ayu itu tampak
tersenyum manis memandang wajah Maureen.
“ Gimana
sih ceritanya kok kamu bisa nggak akur dengan Wahyu, kan kalian teman
akrab sejak SMA di Bandung dan masuk Universitas Sriwijaya
juga
sama dan cuma beda angkatan dan fakultas. Wahyu adalah mahasiswa
jurusan kedokteran tingkat dua dan kamu mahasiswi jurusan teknik
pertanian tingkat satu”. Cetus Yasmine salah satu gadis manis
mahasiswi teknik kimia tingkat dua kepada yuniornya.
“Bedanya
banyak Yuk Yasmine tanya sama Kelly dan Yessy” sergah Maureen
sambil menoleh kepada kedua temannya lagi asyik tiduran didalam
Kemah.
Yang
dipanggil Kelly dan Yessy cuma nyengir doang maklum wajah mereka
masih runyam belum mandi pagi.
“ Ayuk
Yasmine kalau mau tahu bedanya Maureen dan Wahyu cuma soal taste dan
environment doang. Kalau Maureen agak high class kalau Wahyu agak
konservatif pragmatis” timpal kedua gadis didalam kemah itu.
“ Contohnya
dong jangan berasumsi liar” jawab Yasmine sambil ketawa.
Yessy
dan Kelly tertawa cekikikan mendengar pertanyaan sahabatnya. Kedua
gadis berparas lumayan itu kembali umbar tawa.
“ Contohnya
gampang kok ayuk , kalau Maureen jika makan empek empek dan tekwan
maunya di tempat highclass misalnya Poligon, International Plaza,
City Plaza, Palembang International Plaza dll. Kalau Wahyu makan
empek empeknya cukup di warung mang Ujuk 10 ulu kadang kadang warung
mas Karjo lemabang juga gak apa apa, apalagi nongkrong sambil jajan
empek empek dikaki lima di sekitar kampus Unsri Indralaya.........
pokoknya gampang gak ruwet kok ”
Kembali
kedua Mahasiswi Unsri itu tertawa cekikikan dan Maureen serta Yasmine
cuma geleng geleng kepala saja melihat teman temannya bercanda.
Maureen
mencoba berdiri dari tempat duduknya dan kedua bola mata yang bening
sipit itu mencoba menerawang ketengah danau terbesar di Sumatera
Bagian Selatan itu. Ada kehawatirannya terhadap Wahyu yang sudah
dianggap sebagai Kakaknya. Ditengah danau yang diselimuti kabut putih
itu tampak samar samar perahu yang ditumpangi pemuda itu meliuk
meliuk diombang ambingkan ombak Danau Ranau. Dan kehawatiran gadis
cantik agak berkurang setelah perahu yang tampak kecil samar samar
mulai bergerak menuju tepian.
Hari
semakin siang dan sinar Mentari mulai menerobos diselah selah halimun
pagi dan sekujur tubuh mulai terasa hangat setelah sepanjang malam
merengkuh kedinginan.
Di
depan Camp, Maureen berlari kecil menuju tepian danau dimana perahu
ditumpangi Wahyu sudah merapat dan pemuda itu tampak sedang
mengikat tali perahu ditempatnya. Irama jantung gadis itu makin
berdetak keras dan pikirannya kalut manakala ia sampai dihadapan
pemuda itu.
Wahyu
Saputra mendongakkan kepalanya keatas setelah selesai menambatkan
perahunya ditepian. Kedua mata pemuda itu tidak berkedip ketika
memandang sebentuk wajah oval yang cantik alami dan rona wajah yang
indah dengan kedua pipi yang montok berisi tampak membersit warna
merah muda. Senyuman manis menyungging dari kedua bibir tipis yang
ranum dan basah. Pemuda itu bangkit dan sambil menggarukkan rambut
keriting ikal mayang berjalan perlahan mendekati sang bidadari cantik
yang tegak mematung dari negeri dongeng.
“ Hai
Maureen apa kabar bagaimana tidurmu semalam tidak nyenyak ya “
Sapa Wahyu ramah.
Maureen
menundukkan kepalanya kemudian perlahan diangkat wajahnya dan mencoba
memandang pemuda itu dalam dalam namun senyuman manis itu tetap
menghiasi wajahnya yang cantik kemayu.
“ Baik
baik Wahyu dan tidurnya nyenyak kok walau banyak nyamuk “ jawab
gadis itu mencoba menahan perasaan.
“Gimana
teman teman di kemah baik baik juga ? “ Lanjut pemuda itu bertanya
sambil memandang wajah gadis itu masih tersipu malu.
“ Alhamdulillah
sehat sehat semua ......... hmm gimana sih kok pagi pagi sekali udah
melancong ketengah danau gak takut kedinginan “ Maureen balik
bertanya ke Wahyu.
Wahyu
kembali garuk garuk kepala gak gatal sambil mencoba berpikir untuk
menjawab pertanyaan gadis cantik itu.
“ Gak
tu kan ada jaket tebal nih, tapi kalau ada si cantik disamping ya
dinginnya makin gak terasa “ Wahyu coba bercanda.
“ Siapa
sih cantik itu ? “ Maureen balik bertanya sambil otaknya berpikir
keras.
Wahyu
tertawa kecil dan tangan kanannya menepuk pundak gadis itu.
“ Ya
ini si cantiknya kembang kampus Indralaya “ jawab pemuda kembali
sambil memandang wajah cantik itu makin memerah.
“ Ah
kamu pintar aja memuji, kembang cantik kampus Indralaya juga banyak
kok “ Maureen coba mengeles.
Wahyu
terdiam sejenak dan kemudian dia mengajak gadis itu kembali ke kemah
dan udara sekitar danau mulai terasa hangat.
“ Wahyu
aku sebenarnya ingin minta maaf atas kehilapan diriku dikantin tempo
hari. Dan aku baru menyadari bahwa sebenarnya diriku dan dirimu
dikerjain oleh teman teman dan kita menjadi korban ulah jahil
mereka”. Maureen membuka percakapan rada serius.
“ Oh
gitu ya tapi aku gak merasa dijahilin teman teman. Biasa lah Maureen
mereka memang suka bercanda ngapain serius “ jawab Wahyu seenaknya.
“ Bukan
begitu Wahyu tapi aku sempat marah padamu di HP dengan kata kurang
etis “ Timpal gadis itu mulai memelas.
Wahyu
mengelus kepala gadis itu dan pemuda itu tersenyum sambil memandang
kedua pipi yang berisi itu tampak basah akibat remaian bulir tetesan
air bening yang perlahan mulai turun dari kedua kelopak mata indah
itu.
“ Ala
gitu aja dipikirin Maureen, aku merasa smsmu itu menggunakan bahasa
cukup sopan “ Jawab Wahyu serius.
“ Jadi
aku sudah dimaaf nich “ Maureen mencoba kepastian Wahyu.
Wahyu
kembali tersenyum dan tangan kanannya kembali mengelus rambut gadis
cantik itu.
“ Udah
dimaafkan lahir dan bathin................... “ bisik pemuda
ketelinga gadis cantik kembang kampus Indralaya.
“ Terima
kasih ya ........... mendengar jawaban langsung darimu hatiku merasa
tenang” gadis itu berkata setengah berbisik.
Dipersimpangan
jalan kedua remaja itu berpisah dan mahasiswi cantik kembang kampus
Indralaya memandang mahasiswa jurusan kedokteran melangkah kecil
mengitari pepohonan cemara yang tumbuh lebat disepanjang bukit kecil
ditepian danau ranau. Kedua tangannya yang halus mendekap dadanya dan
senyuman manis mengembang diwajah gadis cantik yang facenya hampir
mirip menyerupai bintang sinetron “ Nabila Syakief”. Yang jelas
ada tetesan bulir airmata meremai dikedua pipi yang ranum berisi. Ada
kelegaan dilubuk hati yang mendalam manakala udara siang yang segar
itu dia hirup memenuhi rongga pernapasannya.
Di
kemah sebelah utara, Wahyu merebahkan tubuhnya ditilam karpet yang ia
bawa dari rumah. Pemuda itu berusaha memejamkan kedua matanya namun
bayangan demi bayangan sebentuk wajah indah melintas dibenaknya.
“ Vania
Amalia Kanti.......” Bisik pemuda itu sambil berusaha memejamkan
kedua matanya. Namun wajah cantik Vania mahasiswi Teknik Industri
Universitas IBA itu tetap menggoda ingatannya. Dia berusaha
mengingatkan wajah cantik ayu itu yang mempunyai senyuman khas dengan
lesung pipi yang menghiasi wajahnya manakala senyuman manis itu
mengembang aura asmara. Setiap kali wajah itu melintas dibenaknya,
maka rasa gelisah dan resah mulai menggelayuti relung hatinya.
Baru
saja pemuda itu terlelap tiba tiba handphonenya berbunyi.
“ Belum
tidur Yu............? “ ujar suara merdu itu.
“ Baru
mau deh ... hmm....kenapa Vani” jawab pemuda itu gugup.
“ Udah
ketemu Nabila Syakief nggak” cetus suara merdu itu.
“Nabila
Syakief ............ gila kamu Vani masa Nabila bintang sinteron
ternama itu mau ketemu aku “ jawab Wahyu.
Suara
merdu didalam HP itu tertawa renyah.
“Bukan
Nabila Syakief pesinetron cantik itu tapi yang kumaksud adalah Nabila
Syakief kembang Kampus Universitas Sriwijaya Indralaya “
“ Oh..........
Maureen Helen Maudy”. Wahyu berusaha menebak.
“ Seratus
buat kamu Wahyu gimana udah ketemu sama Nabila Katanya mau minta maaf
soal tempohari itu. Tapi awas loh lama lama ngobrol bisa jatuh
cintrong dan kamu bisa antrian sama ratusan brondong kampus untuk
bersaing mendapatkan hatinya” Suara merdu di HP kembali bersuara
renyah riang.
“ Ah
gak ah kalau antrian sama brondong brondong buat bersaing mendapatkan
Nabila Syakief Kampus Unsri. Mendingan menggaet Cathy Sharon
Universitas IBA kan masih menjomblo terus hahahaha” canda Wahyu
menggoda cewek tsb.
Suara
cewek didalam HP itu kembali tertawa renyah dan manja.
“ Wahyu
siapa sih Cathy Sharon Universitas IBA itu”
Wahyu
kembali tertawa ngakak karena candanya mulai direspon oleh gadis itu.
“ Rambut
panjang, tubuh agak ceking dan tinggi semampai, kulit putih bule dan
face sangat mirip Cathy Sharon” Ujar Wahyu sambil tertawa kecil.
“ Ah
kamu pintar merayu............. dasar gebe” timpal cewek itu.
“ Apa
itu gebe Vania” cetus Wahyu penasaran.
Kembali
cewek itu tertawa dan setengah berbisik dia berkata.
“ Gebe
itu alias Gombal Brondong hmm gimana sih hasil pembicaraan kalian
apakah Nabila udah kamu maafin ” .
“ Hmm
soal pembicaraan kami itu rahasia deh. Kalau aku bocorin nanti jadi
konsumsi nyamuk pers kampus” Jawab Wahyu kalem.
“ Please
deh Wahyu masa cowok ganteng rebutan cewek kampus kayak kamu pelit
amat sih” Timpal Vania.
Wahyu
kembali tertawa geli dan pemuda itu mencoba menggoda gadis yang ia
idamkan selama ini.
“ Masa
rahasia orang dibocorin segala Vani..................... itu rahasia
banget antara aku dengan Maureen” Jawab Wahyu.
“ Jangan
jangan kamu cium Nabila Syakief kembang Unsri itu. Aku gak percaya
macam kamu buaya kampus mau melepas kijang emas begitu saja”
pancing Vania Amalia Kanti.
“ Alamak
jelek jelek aku ini ustad jebolan pondok Gontor tau” . Ujar Wahyu
sambil tertawa ngakak.
Suara
cewek di dalam HP itu kembali meninggi dan merdu.
“ Ah
aku gak percaya, track record dirimu di SMA Negeri Tiga Bandung cukup
membuat bulu kudu cewek cewek Palembang merinding ih “
“ Dari
mana fitnah itu berawal “ cetus Wahyu ketawa geli.
“ Dari
adik angkatanmu sama sama dari kota Kembang” . Vania memancing
emosi Wahyu biar masuk jebakannya.
“Siapa
sih cewek comel itu kalau aku tau aku cium dia seratus kali “.
kembali Wahyu dibuat penasaran.
“ benar
mau cium dia seratus kali. Ok bung dengar ini, rahasia petualangmu
itu kami sadap dari Nabila Syakief kembang kampus Unsri dan mantan
kembang SMA kalian di Bandung. Cetus Vinia merasa jebakannya mengena.
“ Ah
aku tidak percaya Maureen Helen Maudy yang membuat gosip murahan itu
jangan jangan hanya akalan kamu mau mengorek rahasia pribadiku” .
pancing Wahyu agak nakal.
“ Awas
kamu sudah janji mau cium Nabila Syakief seratus kali ya...penuhi
janjimu”. Kembali Vania mencecar pemuda itu.
Wahyu
menutup wajahnya dengan bantal dan wajahnya memerah manakala
membayangkan ia memeluk dan mencium mesra Maureen Helen Maudy yang
wajahnya mirip Nabila Syakief.
“ Ah
gak ah aku mau cium Cathy Sharon dari Universitas IBA aja deh biar
seribu kali juga gak masalah enak kok”. Jawab wahyu sekenanya.
“ Boleh
gak apa asal kamu mau jadi pacarnya Nabila Syakief” .ucap cewek itu
dengan nada manja.
“ OK
asal Nabila Syakief dan Cathy Sharon mau jadi pacar aku” . Pancing
Wahyu Saputra.
“ Hmm
kena jebakan ya dasar Gebe.....gak la yau kalau mau dimadu”. Timpal
Vania
“ hihihi
kalau begitu kamu mau jadi pacar aku dong. Sumpah Vani kamu gak akan
didua-in”. ujar Wahyu ketawa geli.
Vania
mendengar Wahyu menggoda dia langsung matikan komunikasi mereka.
“ Cathy
Sharon Van IBA.......... this is a preliminary starting point to
fall in love “ . guman Wahyu dalam hatinya. (Bersambung).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar