Senin, 22 Juli 2013

KEPAKAN SAYAP PUNAI MERINDU (CONTINUED).

KEPAKAN SAYAP PUNAI MERINDU (CONTINUED).

Cerber karangan Ir, Frans SD Syahrial Rawas, MM,
Issued at Gempolsari Indah W45, 12.30 AM, 12 July 2013, Bandung.


Selesai menyantap enak dan lezatnya empek,laksa dan burgonya warung mang uju diseberang ulu, Wahyu saputra mengemas barang barang kuliah dan laptop accer kedalam bagcase adidas miliknya yang dibeli kakaknya Christian Bernadie waktu bepergian ke Hongkong tempo dulu. Pemuda ganteng berambut kribo wajahnya mirip Randy Valentino bintang utama filem“ Tembang Kenangan Di Gerbang 76” lagi box office di kota empek empek ini langsung bergegas melangkah keluar menuju sepeda motor kesayangan yang sedang nangkring di pelantaran parkir. Baru melangkah lima langkah dari pintu terasa udara panas langsung menyengat dijidatnya. Butir butir keringat mulai meremai membasahi wajahnya yang ganteng menawan itu. Ketika dia berpaling kekanan, betapa terkejut ketika melihat dibawah salah satu pohon Caarsen atau poho Seri yang rindang yang berjajar lurus ditepi jalan Sudirman bundaran seberang ulu dekat jembatan ampera, seorang gadis mirip wajah Nabila Syakief berdiri tegak menunggu taxi jurusan Plaju sungai gerong ke arah seberang ilir dan siapa lagi kalau bukan mahasiswi cantik Universitas Negeri Sriwijaya jurusan teknik pertanian “Maureen Helen Maudy” atau nama lengkap Maureen Helen Maudy Munawar Al Jufrrie atau di panggil teman teman sewaktu di SMA Negeri 3 Bandung yaitu “Heidy Munawar El Juffrie”. Gadis berwajah amboi itu beberapa kali menyeka keringat membasahi wajahnya dengan saputangan merah jambu, maklum sekarang lagi musim kemarau panjang di bumi Balaputra dewa ini. Wahyu Saputra melangkah perlahan menuju mantan adik kelasnya yang lagi berdiri lunglai menunggu dan mencegat taxi demi taxi yang lewat baik yang pake argo maupun yang free argo.

Heidy keur naon ? Geuning nyelira .... mana lucy dan Yessy ? Sapa Wahyu dalam bahasa sunda maklum mereka sama sama tinggal di Bandung dan sama sama mengenyam duduk bersama di SMA terkenal di jln belitung itu.

Maureen menoleh wajahnya kearah Wahyu dan senyuman mulai mengembang dibibir gadis itu melihat kakak kelasnya semasa di SMA mendekati dirinya.
Tiasa Yu .... geus angkat tipayun ceuna hoyong balanja di pasar 16 ilir” Jawab Maureen dengan nada lemas.
Mana solideritas sesama anak belitung (maksudnya sesama anak SMA negeri 3 Bandung), masak ditinggal sendiri mana panas lagi aduh kacian deh kamu ? Timpal Wahyu sembari menggoda gadis berwajah indo belanda arab ini.


Maureen tertawa kecil mendengar godaan Wahyu Saputra, secara reflek tangan kirinya yang mungil itu langsung menjewer telinga kanan pemuda ganteng kakak kelas semasa SMA jalan belitung. “ Mulai ya aksi ngompor SMA dulu keluar lagi apakah gak bosan bosan ngomporin orang ya “.

Wahyu tertawa ngakak ngakak sambil memegang cuping telinganya memerah habis dijewer mantan adik kelasnya.
Saya yang malah yang nyuruh mereka cabut duluan karena mereka punya acara belanjaan di pasar 16 ilir tahuuuu ? “ Lanjut gadis itu rada cemberut dibuat buat namun didalam hatinya paling dalam memang sengaja dia pura pura menunggu taxi jurusan pelaju – 16 ilir tapi sebenarnya mau menunggu Wahyu Saputra keluar dari warung mang uju.
Kalo gitu kenapa sendirian neng ? “ Tanya Wahyu mencoba menggoda gadis itu.
Mendengar pertanyaan bernada culun, Mauren Helen Maudy Munawar Al Jufrrie tertawa geli dan barisan giginya yang kecil berjejer rapih kelihatan di balik bibirnya yang mungil basah. “ Saya yang mau sendirian kok situ jadi perhatian ?”.
Maureen balik nanya sambil tangan kirinya mulai aksi mencubit lengan pemuda itu saking gemesnya sama wajah ganteng rada cuek bye be.
ya wajar dong masa sama almamater gak saling perhatian “ Jelas wahyu rada tergagap. Sementara Maureen tersenyum senang melihat tingkah pemuda itu serba salah kayak pepatah sunda “ Siga monyet nga gulung kalapa”.
Wah kapan ya mulai aksi solidertitasnya kayaknya dulu cuek cuek saja tuh” Timpal gadis itu balas godain pemuda ini.
Ach bisa aja dikau masa aku cuek cuek saja melihat kamu dulunya “ Jawab Wahyu tergagap.
Maureen mulai mengingat mengingat kenangan 5 tahun silam tepatnya ketika mereka masih sekolah di bandung.
Hmm ingat gak waktu aku pulang jalan kaki di gua pakar dago ayoooo ?
Terus apaan hubungan dengan diriku ? “ Tanya Wahyu dengan kening berkerut.
Maureen kembali tertawa kecil dan telunjuknya yang runcing kecil diangkat tepat di muka hidung pemuda itu.
Kamu kan bawa sepeda motor Moge warna hitam tuh masa aku cuma dipandang saja gak nawar nawar malah kamu nawarin si Imas dan nenden anak kelas IPS ayooo ingat gak ? “ .
Kapan ya aduuh teu emut neng eta teh geus lami pisan atuh da' “ Jawab Wahyu.
Dasar otak lemot pinter nya cuma otak atik matematika, kimia, fisika dan biologi saja masa gak ingat waktu kamu turun dari sepeda motor sambil mapai sisi tebing jalur maribaya-dago utara ? “ Balas Maureen balik nanya.
Wahyu berusaha untuk mengingat masa masa silam dulu semasa di Bandung.
Oh ya aku ingat ada gadis bertubuh kerempeng berambut panjang dikepang dua berwajah mirip Nabila Syakief berjalan lunglai menunggu tumpangan sepanjang hutan cemara hehehee”
Baru ingat ya dasar otak lemot hehehe “ Balas Maureen godain pemuda itu.
Ya mohon maaf hampura pisan teu nawarin kamu yang aku tawarin si Imas dan Nenden doang sorry Heidy , I am so sorry “ Jelas Wahyu sembari minta maaf.

' Ya udah kalo geus nyaho' sekarang aku mau cabut pulang ke tempat kos tuh taxi berwarna biru muda sudah mendekat “ Ujar Gadis berwajah aduhai sambil menunjuk sedan taxi berwarna biru muda mendekati mereka berdua.

Gak mau dianterin nich .... aku coba membalas dosa di goa pakar dulu “ Seloroh Wahyu sambil memegang tangan gadis itu.

Maureen menggelengkan kepalanya tanda menolak halus tawaran pemuda ganteng tsb walaupun didalam hatinya merontak mau minta dianterin tapi namanya gadis keturunan baik baik mana mau tetap jual harga berlagak sok nolak segala.
Takut deh kalo di bonceng play boy mantan SMA belitung Bandung”

Wahyu tertawa ngakak mendengar ocehan gadis berwajah aduhai itu. “ Emang gue Don Daracula ? “.

Ya lah dari pada di gerepe kayak Imas, Nenden dan Catherine anak IPS gak mau la yau “. Jawab Maureen tertawa geli sambil masuk kedalam sedan taxi berwarn abiru muda itu dan selanjutnya gadis itu meluncur bersama taxi melesat melewati jembatan Ampera yang berdiri gagah.

Wahyu cuma menggeleng geleng kepala melihat tangan lembut putih sang burung punai merindu melambai tangannya dibalik kaca mobil itu dari kejauhan.

Dari ujung sana didalam warung rokok Cek Den suara lembut lagu dangdut lawas “Tercapai “ melantung sendu dari radio swasta Dewi 7 ulu Palembang. Suara raja dangdut Rhoma Irama melantung riang riang sendu feat dengan sang ratu siapa lagi umi Elvie Sukaesih.

Seribu satu rintangan
Telah kita lalui
Untuk Mencapai
Cita bersama
Demi membina
Hidup bahagia.

(bersambung).

















Tidak ada komentar: