Jumat, 05 Juli 2013

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

by : Frans SD Syahrial Rawas, Ir, MM. 
Assalamualaikum Wr Wb,
Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan yaitu bulan yang ditunggu dan diagung agung oleh seluruh umat Islam diseluruh penjuru muka bumi ini. Bahkan bulan ini juga merupakan bulan yang diistimewakan (sangat spesial) oleh Allah SWT dibandingkan bulan bulan yang lain karena di dalam bulan Ramadhan Rabb kita Allah SWT pahala menyediakan amal yang berlipat ganda apabila kita melakukan ibadah dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang agung dan mulia, dan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, mengandung di dalamnya kebaikan dari Allah SWT dengan memberi ganjaran pahala yang berlipat bagi mereka yang ingin mencarinya. Beberapa keutamaan bulan suci Ramadhan adalah :
1. Bulan tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa
    Sebagaimana dalam QS Al Baqarah: 183, Allah Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
2. Bulan diturunkannya Al Qur’an.
Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil) (QS Al Baqarah: 185). Hal ini dijelaskan oleh Tuhan Allah SWT dalam FirmanNya QS Albaqarah :185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. 
3. Bulan yang paling utama, bulan penuh berkah.
Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling utama adalah hari Jum’at (HR At-Thabarani) . Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah saw -pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba- bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (HR Ath-Thabarani).
4. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.
Rasulullah saw bersabda: Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa, apabila dosa-dosa besar dihindari. (HR Muslim). Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun ‘alaih). Apabila Ramadhan datang, maka pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon-syaithon dibelenggu. (Muttafqun ‘alaih).
5. Bulan dilipat gandakannya amal shaleh.Rabb-Mu berkata: “Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada parfum misik.
Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang tengah berpuasa, hendaknya ia katakan: “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”. (HR At-Tirmidzi)

6. Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.

Sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tapi merupakan bulankuat, bulan jihad, bulan kemenangan.
Perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai yaumul furqan, dan ummat Islam saat itu meraih kemenangan besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh.
Pada bulan Ramadhan pula fathu Makkah terjadi, yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Serangkaian peristiwa besar lainnya juga terjadi pada bulan Ramadhan, seperti: beberapa pertempuran dalam perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah. Tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah. Khalid bin Al Walid menghancurkan berhala Uzza pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Dihancurkannya berhala Latta pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriyah.Ditaklukkannya Andalusia (Spanyol sekarang) di bawah pimpinan Panglima Thariq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah. Peperangan ‘Ain Jalut, dimana untuk pertama kalinya pasukan Islam berhasil mengalahkan bangsa Mongol Tartar, yang sebelumnya sempat dianggap mustahil, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 658 Hijriyah. Peristiwa peperangan terbesar ini terjadi di Ain Jalut dan Bisan, Palestina. Medan pertempuran tersebut terletak tidak jauh dari bandar al-Quds Yerusalem.Pasukan Muslimin (Islam) dibawah pimpinan Panglima Syaifudin Qutuz berhasil mengalahkan pasukan terkenal tartar mongol dibawah pimpinan Holago (cucu Genghis Khan) sehingga peristiwa ini menyelamatkan muka umat islam atas hancurnya dan jatuhnya kota Bagdad (daulat Abassyiah) di tangan Genghis Khan.
Dan masih banyak lagi kesuksesan dan kemenangan besar diraih umat Islam di bulan suci Ramadhan antara lain Kemenangan pasukan Islam (muslimin) dibawah pimpinan Sulthan Salahudin el Ayubi di alepo terhadap pasukan Salib dibawah pimpinan pasukan ordo Knight Templar yang dipimpin Balian dari Ibelin serta  Raja Reginald de Chattilon dari Prancis. Dilanjutkan dengan meraih kemenangan besar puncaknya di lembah Hattin itu juga terjadi pada bulan suci Ramadhan dimana hancurnya pasukan infantri dan pasukan kavaleri pasukan Salib dibawah pimpinan Raja Raja Eropa yaitu King Richard the lion Hearth dari Inggris, King Guy de Lusignan dari Prancis, Raihand de voge dari German dan King Henri III dari Belanda oleh pasukan Muslimin dibawah pimpinan panglima perang jago strategi militer yang ulung yaitu Sultan Salahudin El Ayubi yang berwatak ulama, wara' (rendah hati) dan tawadhu'.
Dari Hattin tepatnya di pertengahan bulan Ramadhan, saat jutaan pasukan muslim dalam keadaan shaum ditengah panas terik musim kering, Salahudin dan jutaan pasukan muslim bergerak menuju kota-kota Acre, Beirut dan Sidon untuk dibebaskan. Selanjutnya Salahudin bergerak menuju Yerussalem. Dalam pembebasan kota-kota ataupun benteng Salahudin selalu mengutamakan jalur diplomasi dan penyerahan daripada langsung melakukan penyerbuan militer. Pasukan Salahudin mengepung Kota Yerussalem , pasukan salib di Yerussalem dipimpin oleh Balian dari Obelin. Empat hari kemudian Salahudin menerima penawaran menyerah dari Balian. Yerussalem diserahkan ketangan kaum muslimin. Salahuddin menjamin kebebasan dan keamanan kaum Kristen dan Yahudi. Fragmen ini di abadikan  dalam film “Kingdom Of Heaven” besutan sutradara Ridley Scott. Tanggal 27 Rajab 583 Hijriyah atau bertepatan dengan Isra Mi’raj Rasulullah SAW, Salahudin memasuki kota Yerussalem.
Ada suatu percakapan yang menarik dalam film Kingdom Of Heaven yang dapat saya simak, yang kurang lebih seperti ini (maaf kalau pendengaran saya dalam menangkap dialog bahasa inggris kurang sempurna) :
Balian : ”Saya serahkan kunci kota Yerussalem kepada anda, tapi anda harus dapat bisa menjamin keselamatan kami, orang-orang non-muslim”
Salahudin: ”Saya akan jamin keselamatan anda”
Balian : ” Apa yang dapat menjamin kami bahwa anda akan menepati janji anda ?” (Balian masih ingat saat-saat Yerussalem jatuh ke tangan pasukan Salib, banyak penduduk sipil muslim yang dibantai sampai kota Yerussalem sesak oleh mayat, dan Balian khawatir Salahudin melakukan hal yang sama )
Salahudin : ” (diam sejenak..menatap tajam Balian) Saya akan menepati janji, Insya Allah ..saya adalah Salahudin saya dan semua pasukan muslim bukan seperti orang-orang anda yang tidak bermoral tidak berperikemanusiaan, kami diajarkan oleh Tuhan dan Rosul kami untuk menghormati dan mengamankan jiwa dan harta semua penduduk sipil kristen dan yahudi dan termasuk semua jutaan tawanan pasukan perang salib dan raja rajanya ”. 
Di Yerussalem, Salahudin kembali menampilkan kebijakan dan sikap yang adil sebagai pemimpin yang shalih. Mesjid Al-Aqsa dan Mesjid Umar bin Khattab dibersihkan tetapi untuk Gereja Makam Suci tetap dibuka serta umat Kristiani diberikan kebebasan untuk beribadah didalamnya. Salahudin berkata :” Muslim yang baik harus memuliakan tempat ibadah agama lain”. Sangat kontras dengan yang dilakukan para pasukan Salib di awal penaklukan kota Yerussalem (awal perang salib), sejarah mencatat kota Yerussalem digenangi darah dan mayat dari penduduk muslimin yang dibantai. Sikap Salahudin yang pemaaf dan murah hati disertai ketegasan adalah contoh kebaikan bagi seluruh alam yang diperintahkan ajaran Islam. Dan sejarah dunia yang mencatat dengan tinta emas bagaimana kemajuan demi kemajuan yang siginifikan yang dicatat oleh umat muslim di bulan suci Ramadhan. 
Semoga dalam bulan suci ini kita bersama sama mencoba meraih ketaqwaan (memperbanyak amal dan ibadah), memperdalam ilmu alquran (ilmu tajdwid, ilmu tafsir) dan ilmu agama islam (Fiqh, ilmu tauhid, mutala'ah hadist, bahasa arab) untuk meraih keberkahan, menghapus dosa dosa, meningkatkan kesalehan dan tak lupa bekerja keras untuk meraih kemenangan baik prestasi didunia maupun diakhirat seperti dicontoh para Rosul, Nabi, ulama tabi'in mapun para suhada, para panglima dan pasukan islam dalam meraih kemenangan demi kemenangan, dan kesuksesan demi kesuksesan. Termasuk para peneliti dan sarjana islam semacam Ibnu Sina (Avicenna) , Abu Qasim Al-Zahrawi dan Al-Razi (Razhes) ahli Parmasitikal dalam bidang kedokteran dan pengobatan. Abu aL-qasim khalaf pakar penemu ilmu bedah, Penemu Aljabar (Matematika) pertama didunia adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizmi. Aljabar berasal dari Bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan", "hubungan" atau "penyelesaian",. Abu Nasr Mansur ibnu Ali ibnu Iraq  penemu hukum "sinus dan cosinus" dan banyak karya karya sarjana Islam lain lainnya yang berhasil atas sukses prestasi keilmuannya justru di Bulan Suci Ramadhan, dan buku buku (kanun) karyanya banyak diadopsi dan dikembangkan serta diakui oleh para sarjana sarjana barat.
Wasalamualaikum Wr Wb.
Selamat menunaikan Ibadah Shaum.    
 

 

Tidak ada komentar: